Rabu, 04 Mei 2016

/6/

21.42.00 0 Comments
layaknya hujan
aku ingin selalu
jatuh

dalam pelukmu
dadamu yang bidang

aroma tubuhmu
aku ingin
jatuh

padamu
di pelukanmu

/5/

21.38.00 0 Comments
bukan masalah
waktu lama
teman sejak dulu
teman dekat
sahabat

melainkan
aku mencintaimu
saat awal kita bertemu

senyummu
mati aku
nasehatmu
meringkuk aku

pribadimu
aku ingin
kamu
hanya itu
kau mau?

/4/

21.36.00 0 Comments
tolong jujur
apakah kau menyimpan
kata yang tersangkut itu

tolong lanjutkan
aku perlu
kau mencintaiku

bukan hanya
hal -itu-
tak berarti

aku pun
demikian

/3/

21.35.00 0 Comments
aku belajar kimia
empat tahun lamanya

tentang obat
manusia
mengobati
tapi tidak untuk hatiku sendiri

aku bahkan belum paham
di antara kopi - kamu
mana yang membuat candu

/2/

21.23.00 0 Comments
tak ada kepergian
menyambut hujan

mari kita pergi
ke suatu tempat

hanya berdua
di mana kita tak lagi berteduh

/1/

21.21.00 0 Comments
di ambang pintu, kamu
pernah meninggalkan kata-kata:
aku tak akan datang lagi.
lalu blam! sesuatu tertutup
namun kini rintihannya masih terpekur

Jumat, 15 Januari 2016

ngelab-ing

04.14.00 0 Comments
bercerita sedikit dari pengalaman ngelab-ing yang ternyata merupakan masa lalu hingga masa kini dari hidup yang aku jalani.

jadi ceritanya adalah lama aku mengekstraksi steviosida dari daun stevia. menyaringnya, lalu mengevaporasikannya untuk menguapkan segala jenis pelarut yang ada.

lama sekali menunggunya menjadi ekstrak. apalagi jika pelarut yang digunakan adalah air yang memiliki titik didih 100C sedangkan suhu yang digunakan hanya 50C.

dari situ aku belajar bahwa, selama aapun kita menunggu, jika di waktu kita menunggu itu kita gunakan waktunya dengan hal positif lain yang lebih bermanfaat, maka tak berartilah waktu menunggu itu.

sebagai contoh aku menunggu ekstrakku kering selama kurang lebih dua minggu. tapi aku tak merasa lelah sama sekali saat menunggui ekstrakku itu kering. karena aku menunggunya sambil mengerjakan hal lain seperti menyiapkan ekstrak lain, membaca kadar, dan lain sebagainya. apakh semenyebalkan dan semenakutkan itu menunggu, tidak, kan?

Jumat, 01 Januari 2016

15.26.00 0 Comments
Seorang wanita itu harus cerdas, berpendidikan tinggi. Karena ia akan menjadi sekolsh pertama bagi anak-anaknya kelak. Bukan berarti jika gelarmu tinggi kau harus mendapatkan yang tinggi juga. Tak apa berada di bawahmu dalam hal satu ini. Tapi pastikan bahwa ia selalu dapat menjadi iamam, nahkoda bagi keluargamu kelak. Membimbingmu menuju jannah-Nya. Dengan kasih sayangnya meluruskan rusukmu yang bengkok –kz

Senin, 28 Desember 2015

09.32.00 0 Comments
pun kini, dedaunan mapel mengajarkanku untuk menikmati setiap "masih" yang terpatri dalam lembar hidupku sebelum semuanya ubah jadi "pernah"

09.15.00 0 Comments
-How blessed I am
menjadi sebaris kalimat yang berkali aku ucapkan saat aku sudah mencapai titik akhir iktiarku pada-Nya. aku lelah, kuakui aku lelah. aku menangis, lebih dari sedih hati dan kecewa. tapi aku selalu berjanji pada-Nya untuk tidak pernah menyerah.

sudah dari awal tahun 2015 aku merumuskan suatu draft calon skripsi yang akan menjadi pesawat tempurku menerjang tembok S.Farm sebagai suatu bukti bakti dan cintaku pada ayah bunda. terhitung hingga kini aku memiliki 9 folder di dalam folder yang tertulis mentereng ciamik : "SKRIPSWEET, S.Farm. 2016"

kekecewaan selalu saja muncul. itu cuma suatu cara yang Ia lakukan bahwa Ia menyayangi hamba-Nya. pernahkah kau merasa diabaikan seseorang? tidak mengenakkan bukan? sangat berbeda antara dibenci dan diabaikan

TRISULA

08.31.00 0 Comments
“It hurts because it matters”
Dalam mitologi Yunani kuno, ada dewa-dewa yang dipercaya mengendalikan alam semesta. Satu diantaranya, Poseidon sang penguasa laut, sungai dan danau. Poseidon punya senjata khas berupa trisula yang konon bisa meluluhlantakkan bumi saat dipukulkan.
Secara harfiah, trisula berarti tiga tombak. Sesuai dengan bentuknya yang mirip garpu besar dengan tiga ujung lancip. Kita bisa menjumpai “trisula” lewat lisan seseorang. Bentuknya berupa tiga pertanyaan sederhana yang menancap dan kerap mengusik emosi. Persoalan-persoalan ini akrab sekali dengan momen reuni.

1. “Kapan nyusul?”
Kata tanya kapan masih kedengeran oke sampai kita berusia 20-an. Dari saat itu, kapan punya rasa yang berbeda dengan apa, gimana, dimana, siapa dan kenapa. Terlebih lagi waktu ditanya di acara nikahan, maknanya jadi kapan nikah? Coba tanyain kapan nyusul? ke anak SD kelas satu. Dijamin, bikin bengong.
Kita yang ditanya, cengengesan sambil garuk belakang kepala. Dikiranya di belakang kepala ada jawaban. Tapi ternyata enggak. Supaya aman, kita menggulirkan kembali bola panas sama si penanya. Seberes topik pernikahan, kelak akan muncul kapan nyusul-kapan nyusul lain yang enggak ada habisnya.
Nyatanya, nikah beda dengan Moto GP dan kita bukan Rossi. Kenapa harus salip-menyalip

Minggu, 27 Desember 2015

09.25.00 0 Comments
There are reasons behind your pains. Allah Ta'ala surely never does anything in vain. It’s all for your own good.

-thats all, i just finished a lot of books. the same ending, the same way, in different frame. so i can open the truth and i know what should i do to fix and make my day joyful and blessed. karena berkali-kali kena tikung teman menunjukkan bahwa Ia berkata bahwa aku belum pantas memberikan cintaku pada yang belum menjadi hak atas diriku. hamdallah :)

09.21.00 0 Comments
People with heart made of sugar, they can make you smile simply by their sincere words.
-semangat skripsi tentang pemanis Stevia!
*peluk laptop*